Minggu, 20 September 2015

EFEK BURUK KAPORIT TERHADAP KITA

Kaporit atau kalsium hipoklorit adalah senyawa  yang berbentuk padatan putih yang siap didekomposisi di dalam air untuk kemudian melepaskan oksigen dan klorin. Kalsium hipoklorit biasa digunakan sebagai agen pemutih atau disinfektan. senyawa  ini juga sering digunakan sebagai pemutih kertas dan tekstil pada industri.

Kaporit sering di gunakan untuk membersihkan kolam renang dan membunuh bakteri yang terdapat di dalam air kolam tersebut. Dengan menggunakan kaporit, para pemilik kolam renang bisa meminimalkan biaya di bandingkan dengan mengganti air kolam dengan air bersih yang baru yang kuantitinya sangat banyak

Kaporit sangat terasa jika kita berenang di kolam renang umum, baunya yang agak menyengat dan jika terkena mata akan terasa pedih. Semakin banyak pengunjung untuk berenang di kolam renang tersebut, semakin banyak kuman yang tercampur di dalam kolam sehingga pemakaian kaporitpun semakin banyak.

Selain itu kaporit sering di gunakan PAM untuk memutihkan dan membersihkan air yang akan di gunakan untuk air kran di perumahan. Air yang biasa di beri kaporit adalah air sungai yang ada di sekitar.

Namun para pakar air di luar negri mengatakan bahwa penambahan kaporit kedalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang bernama Trihalometana ( THM ). Senyawa ini di anggap sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh yang di mana bisa mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik.

Mau tahu efek buruk kaporit ?

Kalsium hipoklorit adalah padatan putih yang siap didekomposisi di dalam air untuk kemudian melepaskan oksigen dan klorin. Kalsium hipoklorit memiliki aroma klorin yang kuat. Senyawa ini tidak terdapat di lingkungan secara bebas.

Kalsium hipoklorit utamanya digunakan sebagai agen pemutih atau disinfektan. Senyawa ini adalah komponen yang digunakan dalam pemutih komersial, larutan pembersih, dan disinfektan untuk air minum, sistem pemurnian air, dan kolam renang.

Tanpa kita sadari, kaporit yang terkandung dalam air yang kita gunakan untuk mandi dua kali sehari ternyata merupakan penyebab utama masalah kecantikan dan kesehatan kita.Calsium Hypochlorite (CaOCI2) atau Kaporit umum ditambahkan ke dalam air kran dan kolam renang sebagai disinfektan pembunuh bakteri patogen seperti E.coli, pembasmi lumut serta jentik nyamuk.

Namun demikian, kadar kaporit dalam air kran perkotaan yang cukup tinggi seringikali berdampak pada kesehatan dan kecantikan. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan di AS (US EPA - Environmental Protection Agency), Klor (Cl) sehagai bahan baku kaporit (CaOCl2) diklasifikasikan dalam kelompok pestisida (yang penggunaannya ditujukan untuk membunuh organisme hidup).

Penambahan kaporit ke dalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang bernama Trihalometana (THM). Senyawa ini banyak diklaim oleh para pakar air di luar negeri sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh (mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik). Penelitian lain di Hartford, Connecticut, AS menemukan "Wanita dengan kanker payudara mempunyai kadar organochlorines (zat sampingan klorinasi) lebih tinggi hingga 50-60% lebih tinggi di dalam jaringan payudaranya dibanding mereka yang tidak mempunyai kanker.

Kaporit Dalam Air Hangat
Fakta yang lebih mengejutkan adalah bahwa efek negatif kaporit terhadap tubuh manusia sebanyak 70% bukan masuk melalui air yang diminum, melainkan dari uap klor (kloroform) dalam kaporit yang terhirup saat mandi, ditambah dengan penyerapan kaporit melalui kulit. Hal ini terutama saat mandi dengan air hangat.

Selain meningkatkan jumlah kaporit yang menguap, air hangat juga membuka pori-pori kulit. Dengan demikian kaporit terhirup dan terserap kulit dan langsung masuk ke pembuluh darahPenelitian di AS menunjukkan bahwa jumlah klor dalam kaporit yang masuk ke dalam tubuh dalam satu kali mandi air hangat setara dengan jumlah klor yang dapat masuk melalui air minum sebanyak 2 liter / harinya.


EFEK KAPORIT TERHADAP KULIT DAN RAMBUT

Kulit dan rambut sebagai organ pertama yang bersentuhan dengan air kran akan menunjukkan reaksinya terlebih dahulu dengan menunjukkan tanda-tanda "penuaan dini".

1. Kaporit merusak lapisan kolagen pada kulit, terjadi proses penuaan melalui perusakan sel, menyebabkan kulit terlihat kusam dan tampak tua sebelum waktunya.

2. Kaporit merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kulit terasa ketat dan kering. Pada bayi, anak-anak seringkali terjadi iritasi kulit dan biang keringat, atau sering dikatakan sebagai "alergi". Hal ini terjadi karena lapisan terluar pada epidermis kulit yang berfungsi sebagai penahan debu dan kotoran mengalami kerusakan dan tak mampu menjalankan fungsinya lagi.

3. Kaporit merupakan salah satu pemicu terjadinya Keratinisasi kulit,.yaitu penumpukan sel kulit mati pada epidermis kulit di mana sel kulit mengeras, gepeng dan kehilangan inti selnya. Akibatnya kulit wajah terasa tebal dan tak segar, membuat bedak tak mau menempel sempurna. Jerawat dan komedo mudah muncul karena minyak hasil produksi sebum tidak dapat keluar ke permukaan kulit dan tersumbat.

4. Pada rambut, kaporit merusak batang rambut dan mengiritasi kulit kepala dan memperburuk kondisi ketombe dan rambut rontok. Rambut yang mengalami proses kimia seperti pewarnaan, pengeritingan dan pelurusan (rebonding) akan semakin kering dan mudah patah akibat kaporit. Rambut menjadi susah diatur, tampak kusam dan kasar.

Jumat, 04 September 2015

Kantor dan Cabang Dolphin Swimming Class






Kantor Pusat Dolphin Grups
Jl. Agil Kusumadya II No. 34 Kunden Blora
Telepon 0296 532763


Sekretariat 1 : Jl Rilban IV No. 1 Jetis Blora (ex Losmen Khasan)
Sekretariat 2 : Jl.Raya Jakenan Gg. II Ngalapan No. 7 Jakenan Pati

Pos Pendaftaran
1. Salon Kayla, Jl. RA Kartini No. 2 Kunden Blora
2. Loket Kolam Renang Mantingan Bulu Rembang
3. Guru Olah Raga SD Muhammadiyah Blora
4. Guru Olah Raga SD Baitunur Blora
5. Guru Olah Raga SDN Tempelan Blora
6. Wasis Kunci Jl. Kol Sunandar depan Gereja Kristen Jawa

Manfaat Berenang sebagai Terapi Penyakit Asma



 
Diantara terapi yang sering dianjurkan bagi penderita asma adalah berenang. Olahraga air ini memberikan banyak manfaat, diantaranya relaksasi, meningkatkan kesehatan jantung dan paru, membakar kalori. Selain itu, sekitar 10 centimeter di atas air diyakini bergeraknya udara yang sangat baik, sehingga sangat bermanfaat bagi organ pernafasan. Untuk itu tidak sedikit atlet renang dunia yang mulanya adalah penderita asma.
 Mengapa renang dianggap olah raga terbaik bagi penderita asma?
Karena kelembaban udara diatas permukaan air cukup tinggi (mencapai 94%). Pendapat dr. Indrajana (dokter klinik asma dan alergi) menjelaskan bahwa kelembaban udara di atas permukaan air dapat mencegah penguapan (waterloss) dari paru-paru. Adapun posisi tubuh saat berenang memungkinkan beban sirkulasi paru berkurang, dan tekanan di dalam air dapat mengontrol irama pernafasan. Renang dikenal olah raga non-gravitasi, walaupun air sendiri berada dalam pengaruh gravitasi yang menjadi sunnatullah. Sebab bila tanpa gravitasi air akan tumpah.
Tentunya penderita asma yang ingin berenang harus memperhatikan kemampuan dan kondisi. Bila belum mampu berenang layaknya orang sehat, bias dimulai dengan bertahap dan jangan memaksakan diri. Selain berenang juga cukup bagus sering berjemur di pagi hari, terutama bagian punggung, apalagi berjemur di lokasi dengan udara yang relative segar dan bersih.
    Gerakan berenang secara umum mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki saluran pernafasan, sehingga dengan rajin berenang nafas pun menjadi lenggang. Gerakan air yang menekan syaraf-syaraf tubuh dan bagian saluran pernafasan juga mengusir berbagai faktor penyumbatan, sehingga pernafasan menjadi plong. Renang juga kegiatan menyenangkan, menghibur dan membangkitkan percaya diri.
Dengan melakukan renang akan melatih seluruh otot pernafasan mulai dari dada, perut, bahu dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga bias memperbaiki kondisi pada penderita asma. Sebab sebagian besar penderita asma dipicu oleh lemahnya daya tahan tubuh dan udara kotor yang kering. Tetapi hal ini tidak terjadi saat berenang karena pernafasan terjadi di dekat permukaan air dengan udara yg baik dan lembab. Uap air membuat udara yang masuk tidak kering.
Renang yang dilakukan selama 3-5 kali seminggu dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, apalgi dilakukan dengan baik dan benar. Pada saat renang yang ideal antara 1-2 jam tubuh mampu akan membakar sedikitnya 275 kalori/jam. Berenang juga diketahui bermanfaat membantu mempertahankan tekanan darah dan kolesterol yang berdampak pada kesehatan liver. Olah raga ini juga untuk kesehatan paru-paru serta menghindarkan serangan jantung, stroke, dan diabet.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Mareta Isti Rosetya dan Hardian dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang terhadap 20 mahasiswa yang berenang rutin dan yang tidak berenang selama 3 bulan, kelompok yang mendapat latihan renang ternyata mengalami peningkatan Arus puncak Ekspirasi, atau peningkatan fungsi organ paru-paru dan saluran nafasnya disbanding mereka yang tidak berlatih berenang.
Wallahu A’lam
(sumber: tabloid Bekam, edisi 13/2012)